Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Sunday, October 26, 2014

Mengenal Teks Cerpen: Definisi, Ciri dan Struktur

Edit Posted by with 1 comment


Cerpen adalah salah satu jenis teks sastra yang tak asing bagi kita. Meski demikian namun kita masih sering bingung jika ditanya mengenai hakikat cerpen. Sering kali di dalam kelas saya bertanya kepada teman-teman peserta didik mengenai apa yang mereka ketahui mengenai cerpen namun jawaban mereka masih singkat yakni cerita pendek. Demikian pula ketika ditanya mengenai ciri bahasa, kaidah, dan struktur yang terdapat di dalamnya biasanya mereka diam.
Merujuk pada kegalauan tersebut, muncul sebuah pertanyaan. Apa sebenarnya cerpen itu? Apabila merujuk pada redaksi definisi yang terdapat pada beberapa buku teks cerpen dapat dimaknai sebagai sebuah karya prosa fiksi yang dapat selesai dibaca sekali duduk dan ceritanya membangkitkan efek tertentu dalam diri pembacanya (Sayuti, 2000:8). Cerita pendek atau yang lebih dikenal dengan cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Sebuah cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh pertikaian, peristiwa, dan pengalaman. Tokoh dalam cerpen tidak mengalami perubahan nasib (Depdiknas, 2014:6).
Cerita pendek, sesuai dengan namanya, memperlihatkan cirri bahasa yang serba pendek, baik peristiwa yang diungkapkan, isi cerita, jumlah pelaku, dan jumlah kata yang digunakan (Priyanti, 2013:5). Adapun ciri-ciri sebuah cerpen adalah sebagai berikut.
  1. Bentuk tulisan singkat, padat, dan lebih pendek daripada novel.
  2. Tulisan kurang dari 10.000 kata.
  3. Sumber cerita dari kehidupan sehari-hari, baik pengalaman sendiri maupun orang lain.
  4. Tidak melukiskan seluruh kehidupan pelakunya karena mengangkat masalah tunggal atau sarinya saja.
  5. Habis dibaca sekali duduk dan hanya mengisahkan sesuatu yang berarti bagi pelakunya.
  6. Tokoh-tokohnya dilukiskan mengalami konflik sampai pada penyelesaiannya.
  7. Penggunaan kata-katanya sangat ekonomis dan mudah dikenal masyarakat.
  8. Meninggalkan kesan mendalam dan efek pada perasaan pembaca.
  9. Menceritakan satu kejadian dari terjadinya perkembangan jiwa dan krisis, tetapi tidak sampai menimbulkan perubahan nasib.
  10. Beralur tunggal dan lurus.
  11. Penokohannya sangat sederhana, singkat, dan tidak mendalam.
Gambar 1: Bagan Struktur Teks Cerpen
Selain mengetahui defenisi dan ciri umum sebuah cerpen, penting bagi kita mengenal struktur di dalamnya. Secara garis besar struktur cerpen adalah sebagai berikut (Depdiknas, 2014:17-19).
  1. Tahapan abstrak merupakan ringkasan atau inti cerita. Abstrak pada sebuah teks cerita pendek bersifat opsional. Artinya sebuah teks cerpen bisa saja tidak melalui tahapan ini.
  2. Tahapan orientasi merupakan struktur yang berisi pengenalan tokoh dan latar cerita. Pengenalan tokoh berkaitan dengan pengenalan perlaku (terutama pelaku utama) yang meliputi apa yang dialami. Pengenalan latar berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen. Latar digunakan pengarang untuk menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca. Dengan kata lain, latar merupakan sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis.
  3. Komplikasi muncul diakibatkan oleh munculnya konflik. Pada tahap ini ditandai dengan reaksi pelaku dalam cerpen terhadap konflik. tahapan penjalinan konflik dimulai dari munculnya konflik, peningkatan konflik, hingga konflik memuncak (klimaks).
  4. Tahap evaluasi ditandai dengan adanya konflik yang mulai diarahkan pada pemecahannya. Setelah konflik mencapai puncaknya tokoh (penulis) akan mengupayakan solusi bagi pemecahan konflik sehingga mulai tampak penyelesaiannya.
  5. Resolusi adalah suatu keadaan di mana konflik terpecahkan dan menemukan penyelesaiannya. Pada tahapan ini ditandai dengan upaya pengarang yang mengungkakan solusi dari berbagai konflik yang dialami tokoh.
  6. Koda adalah bagian akhir sebuah cerita pendek yang diberikan oleh pengarang yang menyuarakan pesan moral sebagai tanggapan terhadap konflik yang terjadi. Ada juga yang menyebut koda dengan istilah reorientasi. Koda merupakan nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks. Sama halnya dengan tahapan abstrak, koda ini bersifat opsional.
Ciri bahasa teks cerpen sebagai berikut
  1. Menggunakan penggambaran waktu lampau
  2. Mencantumkan Penyebutan tokoh (nama, kata ganti, julukan, dan sebutan)
  3. Menggunakan Kata-kata yang menggambarkan latar
  4. Memuat kata-kata yang mendiskripsikan pelaku, penampilan fisik, dan kepribadiannya.
  5. Memuat kata-kata yang merujuk pada peristiwa yang dialami pelaku.
  6. Menunjukan sudut pandang pengarang.
Sumber Pustaka:
Depdikbud. 2014. Bahasa Indonesia ekspresi diri dan akademik. Jakarta: Depdiknas
Priyatni, Endah Tri dan Titik Harsiati. 2013. Bahasa dan Sastra Indonesia SMA.MA Kelas XI. Jakarta: Bumi Aksara
Sayuti. Suminto A. 2000. Berkenalan dengan Prosa. Yogyakarta: Gama Media
  1. Cermatilah penggalan cerpen berjudul “Juru Masak” karya Damhuri Muhammad pada buku pegangan siswa Bahasa Indonesia Ekspresi Diri hal 7-11.
  2. Cermatilah data analisis struktur pada tabel di bawah ini!
  3. Bagilah kelasmu menjadi beberapa kelompok!
  4. Carilah sebuah teks cerpen, kemudian analisislah seperti pada tabel di bawah ini.
No Struktur Teks Fungsi Tiap Struktur Teks
1 Abstrak Pada tahapan ini, pengarang memberikan ringkasan atau inti cerita yang akan dikembangkannya menjadi rangkaian peristiwa yang dialami tokoh imajinasinya. Damhuri Muhammad menggambarkan seorang juru masak bernama Makaji yang sangat terkenal di kampungnya. Tanpa campur tangan dalam meracik bumbu masakan, sebuah perhelatan akan dinilai tidak sukses karena tidak berhasil menyuguhkan para tamunya makanan lezat. Begitulah pentingnya kehadiran Makaji dalam dunia masak-memasak di kampong itu, sehingga tidak ada yang bisa menggantikannya.
2 Orientasi Pada tahapan orientasi, pengarang menceritakan latar berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana yang terjadi dalam sebuah peristiwa dalam cerpen. Latar digunakan penulis untuk menghidupkan sebuah cerita dan meyakinkan pembaca. Dengan kata lain, latar ini mengekspresikan watak, baik secara psikis maupun fisik.
3 Komplikasi Tahapan ini berisi urutan kejadian, dan setiap kejadian-kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat. Peristiwa satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain. Pada cerpen juru masak, Damhuri Muhammad menceritakan Azrial pergi merantau karena ia dihina oleh kelluarga Ronggogeni. Maka dari itu dia merantau untuk merintis kariernya dan menjadi orang sukses.
4 Evaluasi Pada tahapan ini, konflik yang biasanya muncul pada setiap kejadian yang terdapat dalam komplikasi bisa diarahlkan/diatur menuju ke tahapan selanjutnya. Sehingga komplikasi tersebut bisa terlihat tahap-tahap penyelesaiannya dari konflik yang muncul tersebut. Dalam cerpen “Juru Masak” ketika Azrial ingin melupakan Renggogeni, ia kemudian hengkang dari kampung dengan membawa luka hati.
5 Resolusi Pada tahapan ini, resolusi menerangkan tentang sebuah solusi dari konflik yang terjadi.Damhuri Muhammad menggambarkan seorang yang bernama Azrial. Azrial adalah seorang anak juru masak yang bekerja sebagaitukang cuci piring di rumah makan Jakarta. Namun, karena kerja keras dan kegigihannya, sekarang Azrial menjadi orang Lareh Panjang yang sukses dengan mempunyai enam rumah makan dan dua puluh empat anak buah.
6 Koda Pada tahapan terakhir ini, koda berfungsi untuk menerangkan akhir dari cerita sebuah cerpen. Pada cerpen karangan Damhuru Muhammad ini, Azrial sekarang telah sukses, dan dia berkeinginan mengajak ayahnya (Makaji) untuk tinggal bersamanya di Jakarta dan menghabiskan masa tuanya disana dengan Azrial.

Thursday, October 23, 2014

PENGERTIAN DAN CONTOH-CONTOH PANTUN

Edit Posted by with No comments
Pantun

Pantun ialah puisi lama yang terikat oleh syarat-syarat tertentu (jumlah baris, jumlah suku kata, kata, persajakan, dan isi).
Ciri-ciri pantun:
a. Pantun terdiri dari sejumlah baris yang selalu genap yang merupakan satu kesatuan yang disebut bait/kuplet.
b. Setiap baris terdiri dari empat kata yang dibentuk dari 8-12 suku kata (umumnya 10 suku kata).
c. Separoh bait pertama merupakan sampiran (persiapan memasuki isi pantun), separoh bait berikutnya merupakan isi (yang mau disampaikan).
d. Persajakan antara sampiran dan isi selalu paralel (ab-ab atau abc-abc atau abcd-abcd atau aa-aa)
e. Beralun dua
Berdasarkan bentuk/jumlah baris tiap bait, pantun dibedakan menjadi
a. Pantun biasa, yaitu pantun yang terdiri dari empat baris tiap bait.
b. Pantun kilat/karmina, yiatu pantun yang hanya tersusun atas dua baris.
c. Pantun berkait, yiatu pantun yang tersusun secara berangkai, saling mengkait antara bait pertama dan bait berikutnya.
d. Talibun, yaitu pantun yang terdiri lebih dari empat baris tetapi selalu genap jumlahnya, separoh merupakan sampiran, dan separho lainnya merupakan isi.
e. Seloka, yaitu pantun yang terdiri dali empat baris sebait tetapi persajakannya datar (aaaa).
Berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi

a. Pantun anak-anak
- pantun bersuka cita
contoh:
      Di mana padi takan luluh,
Padi basah tidak ditampi.
Dimana hati tidak rusuh,
Bunda hilang bapa berbini.

Dari padang ke tangsi cukup,

Automobil berbunyi rebut.
Hari petang pintu ditutup,
Dipanggil bunda tidak menyahut.

Diatur dengan duri pandan,

Gelombang besar membawanya.
Melihat ayah pergi bejalan,
entah’pabila kembalinya.

- pantun berduka cita
contoh:
      Sinangis lauk ‘rang tiku
Diatur dengan duri pandan
Menangis duduk di pintu
Melihat ayah pergi berjalan
      
      Diatur dengan duri pandan
Gelombang besar membawanya
Melihat ayah pergi berjalan
Entah ‘pabila kembalinya
      
      Lurus jalan ke Payakumbuh
Kayu jati bertimbal jalan
Dimana hati tidakkan rusuh
Ibu mati bapak berjalan
b. Pantun muda
- pantun perkenalan
contoh:
      Kayu manis di kedai rempah
Dibeli untuk bumbu masakan
Adik manis tidakkah marah
kalau abang mau kenalan?

      Kedai rempah di pinggir jalan
Menjual banyak bumbu yang lain.
mengapa marah hanya kenalan
Asal tidak menuju yang lain.

      Siang-siang banyak cahayanya
panas terik yang tidak enaknya
Memang si abang banyak akalnya
Bilang aja pengen Kenalan  
- pantun berkasih-kasihan
contoh:
      jalan-jalan ke kota paris
banyak rumah berbaris-baris
biar mati diujung keris
asal dapat dinda yang manis…

  
      ke cimanggis membeli kopiah
kopiah indah kan kau dapati
begitu banyak gadis yang singgah
hanya dinda yang memikat hati


      jika aku seorang pemburu
anak rusa kan kudapati
jika dinda merasa cemburu
tanda cinta masih sejati


- pantun perceraian/perpisahan
contoh:
Pucuk pauh delima batu
Anak sembilang ditapak tangan
Biar jauh dinegeri satu
Hilang dimata dihati jangan

Bagaimana tidak dikenang
Pucuknya pauh selasih Jambi
Bagaimana tidak terkenang
Dagang yang jauh kekasih hati

Duhai selasih janganlah tinggi
Kalaupun tinggi berdaun jangan
Duhai kekasih janganlah pergi
Kalaupun pergi bertahun jangan
- pantun beriba hati
contoh:
     Tudung periuk mainan putri,
mainan anak putera mahkota.
Kain yang buruk berikan kami,
untuk menghapus  si air mata.


Hamba mengail ikan gulana,
Benang kusut di buat sumbu,
jangan suka di buang - buang.
Nasib hamba sebagai tebu, 

      
      habis manis sepah di buang.
orang menjala ikan beledang
Hamba menunggu sudah lama,
di mana konon tuan sekarang.

- pantun dagang
contoh:

c. Pantun tua
- pantun nasehat
contoh: 
       Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi

Kala nyawa tinggal diubun

Turutlah ilmu insan nan mati



Kalau harimau sedang mengaum

Bunyinya sangat berirama

Kalau ada ulangan umum

Marilah kita belajar bersama



Hati-hati menyeberang

Jangan sampai titian patah

Hati-hati di rantau orang

Jangan sampai berbuat salah

- pantun adat
contoh:
Menanam kelapa di pulau Bukum 
Tinggi Sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah

Ikan berenang didalam lubuk
Ikan belida dadanya panjang
Adat pinang pulang ke tampuk
Adat sirih pulang ke gagang

Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka
- pantun agama
contoh:
Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa

Daun terap diatas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Yang haram jangan dicoba

Bunga kenanga diatas kubur
Pucuk sari pandan Jawa
Apa guna sombong dan takabur
Rusak hati badan binasa
d. Pantun jenaka
e. Pantun teka-teki
contoh:
Kalau tuan bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tanduk dihidung ?

Beras ladang sulung tahun
Malam malam memasak nasi
Dalam batang ada daun
Dalam daun ada isi

Terendak bentan lalu dibeli
Untuk pakaian saya turun kesawah
Kalaulah tuan bijak bestari
Apa binatang kepala dibawah ?
 
sumber :  aifarni

kumpulan pantun

Edit Posted by with No comments
Mancing dikali dapet banyak
Diambil kucing dalam tempayan
Tahu pake huruf U jadi enak
Kalau pake huruf I jadi gak doyan

=============================

Ke cimanggis membeli kopiah
Kopiah indah kan kau dapati
Begitu banyak gadis yang singgah
Hanya dinda yang memikat hati

=============================

Di pinggir kolam makan bubur
Jangan lupa pakai keripik
Dari semalem aye ga bisa tidur
Selalu teringat wajah mu yang cantik

=============================

Ada cacing makan ikan,
Abis kenyang renang ke tangki.
Pingin tau yang melelahkan?
Pergi ke Bandung jalan kaki

=============================

Disana gunung, disini gunung,
Ditengah-tengah bunga melati
Saya bingung kamu pun bingung
Kenapa ada bunga melati ???

=============================

Kueh cucur enak rasanya
Kueh serabi putih warnanya
Hatiku hancur karena cinta
Siapakah yang akan jadi pengobatnya

=============================

Tanam pete dipinggir kali
Petenya lari ga tau diri
Jangan misscall aja kalau berani
Telpon gue kalau punya nyali

=============================

Paling seger minum limau
Campur madu tambah nikmat
Ayam berani sama harimau
Itu ayam super nekat

=============================

Buat apa panen kelapa
Kalau belum tumbuh tunas
Buat apa membeli vespa
Cicilan kompor saja belum lunas

=============================

Jalan-jalan ke kota paris
Banyak rumah berbaris-baris
Biar mati diujung keris
Asal dapat dinda yang manis…

=============================

Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu sendok di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Saya botak minta dikepang

=============================

Lebih baik warna kuning..
daripada warna ungu..
Lebih baik gigi kuning..
daripada putih tapi palsu..


=============================

Jalan-jalan ke rawa-rawa
Capek duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm


=============================

Buat apa beli sikat gigi
Kalau tidak punya pasta gigi
Buat apa gosok gigi
Kalau tidak pernah mandi


=============================

Pohon manggis ditepi rawa..
Daun nya kering dimakan kutu..
Adik menangis sambil tertawa..
Ada kambing memakai sepatu..


=============================

Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya


=============================

Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu suka mengompol


=============================

Rumahmu dari kayu..
Atapnya dari jerami..
Rupamu sungguh ayu..
Tapi sayang jarang mandi..


=============================

Enak mana jagung sama kopi
Enak kopi bisa di minum
Enak mana hidung sama pipi
Enak pipi bisa di cium


=============================

Layangan putus nyangkut di paku
Pakunya nempel di jemuran baju
Cinta mu tulus hanya untuk ku
Tapi sayang mama ku ngga setuju

Puisi Persahabatan Sejati Terbaru 2014

Edit Posted by with No comments
PERSAHABATAN
Puisi Amal

sahabat bagaikn tempatku berteduh..
bila diriku terkena air mata dalam kesedihanku,
disanalah diriku bisa berbagi dalam hidupku, yang tak pernah aku dapatkan d’tempat lain…
hanya sahabatlah yang mampu mengerti dan pahami,
apa yang sedang aku alami saat ni..

tanpa sahabat..
bagai jiwa yang terlepas dari ragaku..
membuat ragaku tak mampu bergerak dalam setiap langkahku..
persahabatan ini kan abadi..
meski d’dunia nih tak kan ada yang abadi..



KETIKA SAHABAT MENJADI CINTA
Puisi Nurul Laili

Kebahagian sebuah pertemnan kini
telah berubah menjadi keindahan sebuah kisah cinta. .
yang dulunya bertengkar sekarang menjadi damai akan hadirnya Cinta
dan pernah ada yang menyangka bahwa
Sebuah pertemanan bisa menjadi sebuah percintaan. . .

Dan mungkin semua orang tau,
Bahwa cinta itu berawal dari sebuah pertemanan. .

keindahan sebuah persahabatan lebih indah jika
di tambah dengan sebuah kisah Cinta antara dua makhluk
yang saling mengkasihi. . .
SAHABAT ITU.....
Puisi Psycho

Selalu hadir dalam kehidupan kita
Baik itu senang atau susah
Tak perlu berkata ia pasti mendengar
Semua cerita akan tercampur dengan bumbu kisahnya
Menegur kala kita salah mengambil langkah
Menyokong kala kita mengangkat satu keputusan
Bertanggung jawab walau tak ikut menyebabkan
Meniupkan hawa kedamaian kala kita terbalut dalam emosi

Dan…
Selalu seperti itu hingga takdir memisahkan


TENTANG AKU & KAMU, KAWAN
Oleh Febi "bee"

Kawan,
Taukah kamu berapa lama masa yang kita lewati bersama??
Aku tak ingin tau,
Karna kamu selamanya bagiku.....
Bersamamu,
Tangisku kan terurai menjadi tawa
Dukaku kan terpecah menjadi bahagia
Dan airmata yang terlanjur jatuh....
Takan berubah menjadi nestapa
Denganmu,kepenatanku tergilas sirna

Terkadang disatu waktu,
Prasangka pernah menjauhkanmu dariku
Tapi sungguh kawan,
Amarah takkan bisa bertahan lama dikalbuku
Kusadari aku terikat jauh kedalam hatimu

Ingatkah kawan,
Kita pernah duduk bersama
Melukis langit dengan impian
Tentang aku , kamu dan kehidupan......

 

BINTANG UNTUK SAHABAT
Oleh Siti Halimah

Malam nan suci dan sepi,
menarikku untuk keluar dari rumah.
Kupandangi Langit malam...
Ternyata bertaburkan Bintang yang tak terhitung jumlahnya.

Andaikan ku seorang Bidadari,
Kan kubawa diriku dan sahabatku untuk menari diatas sana.

Kuraih sebuah Bintang terindah,
dan kupersembahkan untuk sahabatku yang selalu menemaniku.

Jumat, 11 MEI 2012



MENANGISLAH SOBAT..
Oleh Maulida

Tak bisa ungkap dengan kata apapun
Ini memang sangat membosankan
Ini begitu melelahkan
Bahkan, ini sangat menjengkelkan
Tubuh seakan beku dalam bongkahan es
Membeku tidak tahu kapan akan mencair

Yaa… itu benar sobat
Itu semua seperti sorot lampu panggung tanpa penonton
Menerangi tubuh di dalam kegelapan
Terdiam bisu tanpa senyum dan air mata
Ini sangat menyedihkan..
Namun.. ingatlah sobat..
Kau tidak sendiri
Kau tidak berdiri sendiri di kegelapan itu

Teteskanlah air matamu jika hatimu merasa terisak
Berteriaklah sepuasmu jika hatimu memanas
Karena itu lebih baik ku lihat
Dari pada kau terdiam kaku di bawah sorot lampu itu
Bagai seorang tokoh tanpa dialog.
 

BAHASA LANGIT
Puisi Hanifah Nadya Kartika

Gumpalan awan di langit biru
Bercerita kisah kita
Saat deras hujan bagai air mata
Dan cerah mentari jadi wajah kita

Warna pelangi di langit biru
Hanya jadi saksi bisu
Saksi kisah perjalananku denganmu
Saat perbedaan jadi keindahan

Langit pun berbahasa
Dan bersenandung ria
Lantunkan lagu rindu antara engkau dan aku
Oh Sahabat…

Langit pun berbahasa
Tanda bersuka cita
Sambut esok dimana kita kan slalu bersama
Selamanya…

Dan dengarlah, dengarlah slalu
Itulah semua tentang kita,
cerita bahasa langit…


SAHABAT TERBAIKKU
Puisi Frizka Tirana

Sahabat ...
di saat kita nikmati kebersamaan banyak hal yang terlewat kan begitu saja
keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja
waktu yang tersisah seolah tak mampu menampung nya dan waktu yang sangatlah singkat membuat ku teringat kepada mu sahabat ..

Semua kenangan - kenangan itu tak terasa ,pergi meninggalkan segala kegembiraan
serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata
ada beribu senyum saat terlintas memory yang dulu kala

Sahabat ...
semua yang pernah kita jalani hari demi hari , waktu demi waktu telah kita lalui semuanya.

Banyak hal yg pernah terjadi karena itulah jalan hidup yang kita miliki
kadang benci, kesal ,dan kecewa serta rasa senang dan sayang
sungguh luar biasa , apa yang telah kita lalui bersama ..

Ya Tuhan ...
jagalah dan lindungilah
sahabat-sahabat ku
karena mereka adalah sahabat terbaiku selamanya

# MY BEST FRIEND FOREVER

Jenis Karya Sastra Indonesia

Edit Posted by with No comments
Jenis karya sastra di Indonesia dibagi menjadi tiga, yaitu drama, prosa, dan puisi

Drama
Istilah drama berasal dari kata drame, sebuah kata dari Bahasa Perancis yang
diambil untuk menjelaskan lakon-lakon mereka tentang kehidupan kelas
menengah di Perancis.


Dalam buku Webster’s New Collegiate Dictionary, dinyatakan bahwa drama
merupakan karangan berbentuk prosa atau puisi yang direncanakan bagi
pertunjukkan teater (Henry Guntur, 1984). Drama (Yunani) merupakan
jenis karya sastra yang ada bagian tertentu yang diperankan oleh aktor/aktris.

Definisi drama
1. Drama adalah kualitas komunikasi. Situasi, dan action
2. Drama menurut Moulton adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak
(life presented in action)
3. Drama menurut Brander Mathews adalah konflik dari sifat manusia
merupakan sumber pokok drama
4. Drama menurut Ferdinand Brunetierre adalah melahirkan kehendak
manusia lewat action.

5. Drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog, yang
diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action di
hadapan penonton (audience).

Teori Asal Mula Drama menurut Brockett :
Drama berkembang dari upacara religius primitive yang dipentaskan untuk minta pertolongan dewa
Hymne pujian yang dinyanyikan bersama di depan makam seorang pahlawan. Pembicara memisahkan diri dari koor dan memperagakan perbuatan dalam kehidupan almarhum pahlawan itu.
Drama tumbuh dari kecintaan manusia untuk bercerita. Kisah tentang perburuan/peperangan atau perbuatan yang luar biasa seseorang pahlawan yang telah gugur.

Dalam pementasan sebuah drama, ada tiga unsur yang penting yang
mempengaruhi keberhasilan pementasan. Tiga unsur tersebut adalah sutradara,
pemain, dan penonton.

Pementasa drama dapat menggunakan berbagai media seperti panggung, film,
atau televisi. Kadang pementasannya dikombinasikan dengan musik dan tarian.

Naskah
Naskah lakon sebenarnya juga memiliki kekayaan tersembunyi untuk dianalisis
baik untuk kepentingan panggung (teater), maupun kepentingan sastra. Menurut
A. Teeuw (Pengamat sastra modern kita yang berasal dari Belanda /1984),
menggunakan analisis struktural guna membongkar dan memaparkan secara
cermat, teliti, detail aspek karya sastra yang bersama-sama menghasilkan makna
menyeluruh.

Penulis Drama di Indonesia
Para penulis drama Indonesia antara lain, Asrul Sani (satu diantara “Tiga Menguak
Takdir “). Selain Asrul Sani anggota Tiga Menguak takdir adalah Chairil Anwar
dan Rivai Apin. Asrul Sani hanya tampil sebagai sutradara panggung dan
penyusun naskah terjemahan dari Jean Paul Sartre atau Lorca. Asrul Sani
merupakan pelopor sastra angkatan 45. Penulis sastra lainnya adalah WS Rendra
dengan karyanya Kereta Kencana “ Eugene Ionesco atau Oedipus dari Sophokles),
Riantarno, Arifin C Noer, Iwan Simatupang, Utuy T Sontani, Motinggo Boesje, Sitor
Situmorang, Wisran Hadi (Malin Kundang).

Perbedaan Drama dan Teater
Drama adalah kisah kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas,

didasarkan pada naskah yang tertulis dengan atau tanpa musik, nyanyian atau
Tarian.
Teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak.
Misalnya teater, wayang orang, ketoprak,ludrug, topeng, lenong, sulap dll .

PROSA
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang berbeda dengan puisi karena variasi ritme
(rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan
arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin " prosa" yang artinya "terus
terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu
fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah,
novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa biasanya
dibagi menjadi empat jenis: prosa naratif, prosa deskriptif, prosa eksposisi, dan
prosa argumentatif.
Prosa dibagi menjadi dua, yaitu Roman dan Novel.
Roman adalah cerita yang mengisahkan tokoh sejak lahir sampai meninggal,
Sedangkan novel hanya mengisahkan sebagian kehidupan tokoh yang mengubah
nasibnya.

Istilah roman mulai berkembang sejalan dengan munculnya karya sastra
Indonesia modern sejak Balai Pustaka. Pada periode tersebut, terbit karya-karya
sastra yang monumental seperti Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Sengsara Membawa
Nikmat, dan sebagainya. Karya-karya prosa itu disebut roman-roman periode
Balai Pustaka. Pada periode selanjutnya yaitu periode Pujangga Baru, muncul
pula karya sastra prosa yang disebut roman seperti Layat Terkembang, Belenggu,
dan sebagainya.

Pada saat itu, istilah novel belum popular. Bahkan, karya-karya Hamka pun
seperti Di Bawah Lindungan Kabah dan Tenggelamnya kapal Van der Wijk yang terbit
setelah periode 1945 masih digolongkan ke dalam roman meskipun saat itu
istilah novel mulai dikenal. Buku-buku yang menggunakan istilah roman di
antaranya Roman dalam Masa Pertumbuhan Kesusastraan Indonesia Modern
karangan Aning Retnaningsih, Ikhtisar Sejalan Sastra Indonesia karya Ajip Rosidi,
Sastra Indonesia Pengantar Teori dan Apresiasi karangan Liberatus Tengsoe
Tjahyono. Sedangkan novel mulai banyak dibicarakan sekitar tahun 50-an.

Ciri Novel yang membedakannya dengan karya sastra lainnya :
1. Novel adalah karya sastra berjenis narasi.
2. Novel adalah karya sastra berbentuk prosa.

3. Novel adalah karya sastra yang bersifat realis, artinya menceritakan kehidupan
tokoh secara nyata, tanpa disertai peristiwa-peristiwa yang gaib dan ajaib.
Umumnya novel merupakan tanggapan pengarang terhadap lingkungan sosial
budaya sekelilingnya.
4. Novel adalah karya sastra yang berfungsi sebagai tempat menuangkan
pemikiran pengarangnya sebagai reaksinya atas keadaan sekitarnya. Dalam
aliran imprisionisme, pengarang menempatkan dirinya dalam kehidupan yang
diceritakan. Perenungan-perenungan pembaca setelah membaca sebuah novel
akan tiba pada sebuah pemikiran baru tentang makna hidup

PUISI
Adalah tulisan atau salah satu hasil karya sastra yang berisi pesan yang
memiliki arti yang luas. Untuk mengetahui makna yang terkandung di dalam
sebuah puisi, seseorang perlu mengartikan dan memahami betul secara detil
maksud kata-kata yang ada dalam bait-bait puisi.

Pengertian, ciri-ciri dan unsur intrinsik cerpen

Edit Posted by with No comments
Kerangka cerpen :
1. Pengertian
2. Ciri-ciri
3. Unsur intrinsik dan penjelasannya
Jawab :
1. Pengertian
      Cerpen merupakan karangan fiktif yang berisi sebagian kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh.
2. Ciri-ciri
a.       Bersifat fiktif
b.      Panjang cerpen kurangdari 10.000 kata
c.       Habis dibaca dalam sekali duduk
d.      Memiliki kesan tunggal (aspek kehidupan)
e.      Bersifat padu,padat dan intensif
f.        Terdapat konflik tetapi tidak sampai menimbilkan perubahan nasib pelaku utama
g.       Hanya terdapat satu alur saja
h.      Perwatakan/penokohan dilukiskan secara singkat
3. Unsur intrinsik dan penjelasan
1)      Alur
Rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita
Bagian-bagian alur:
a.       Tahap penyituasian atau pengantar/pengenalan
Tahap pembukaan cerita atau pemberian informasi awal, terutama berfungsi untuk melandasi cerita yang dikisahkan pada tahap berikutnya.
b.      Tahap pemunculan konflik
Tahap awal munculnya konflik. Konflik dapat berkembang pada tahap berikutnya . Peristiwa-peristiwa yang menjadi inti cerita semakin mencengangkan dan menegangan.
c.       Tahap klimaks
Konflik-konflik yang terjadi atau ditimpakan kepada para tokoh cerita mencapai titik intensitas puncak yang biasanya di alami oleh tokoh-tokoh utama.
d.      Tahap peleraian
Penyelesaian pada klimaks , ketegangan di kendurkan , konflik-konflik tambahan di beri jalan keluar, kemudian cerita di akhiri, disesuaikan dengan tahap akhir di atas.
e.      Tahap penyelesaian
Konflik sdah diatasi/diselesaikan oleh tokoh. Cerita dapatdi akhiri dengan gembira ata sedih.
2. Tokoh
Tokoh adalah pelaku pada sebuah cerita. Tiap-tiap tokoh biasanya memiliki watak , sikap, sifat dan kondisi fisik yang disebut dengan perwatakan/karakter. Dalam cerita terdapat tokoh protagonis (tokoh utama), antagonis (lawan tokoh protagonis) dan tokoh figuran / tokoh pendukung cerita.
3. Penokohan (perwatakan/karakterisasi)
Pemberian sifat pada pelaku-pelaku cerita. Sifat yang diberikan akan tercermin pada pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu.
2 metode yang digunakan:
a.       Metode analitik
Metode penokohan yang memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, misal, pemarah, penakut, sombong, pemalu, keras kepala.
b.      Metode dramatik
Metode penokohan yang tidak langsung memaparkan atau menggambarkan sifat tokoh melalui:
1.       Penggambaran fisik (berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut, warna kulit)
2.       Penggambaran melalui cakapan yang dilakukan tokoh lain
3.       Teknik reaksi tokoh lain yang berupa pandangan, pendapat, sikap, komentar.
4. Latar
Latar merupakan keterangan yang menyebutkan waktu, ruang dan suasana terjadinya peristiwa pada sebuah karya sastra
Jenis-jenis latar :
a.       Latar waktu
ü  Keterangan tentang kapan peristiwa itu terjadi . Misal, pagi,siang, sore, malam.
b.      Latar tempat
ü  Keterangan tempat peristiwa itu terjadi. Misal di rumah, di sekolah.
c.       Latar suasana
ü  Latar suasana menggambarkan peristiwa yang terjadi. Misal, gembira, sedih romantis.
5. Sudut pandang
Posisi pengarang pada sebuah cerita . Terdiri :
a.       Sudut pandang orang pertama
Menggunakan kata ganti “aku” sebagai pelaku utamanya.
b.      Sudut pandang orang ke dua
Menggunakan kata ganti “kamu” sebagai pelaku utamanya.
c.       Sudut pandang orang ke tiga
Menggunakan kata ganti “ia, dia, mereka” sebagai pelaku utamanya.
d.      Sudut pandang campuran
Menggunakan kata ganti “aku” dan “kamu” sebagai pelaku utamanya.
6. Tema
Gagasan utama/pikiran pokok.
Tema merupakan pokok pembicaraan yang mendasari cerita . Tema bersifat menjiwai keseluruhan cerita dan mempunyai generalisasi yang umum, oleh karena itu, untuk menemukan tema sebuah karya fiksi harus disimpulkan dari seluruh cerita, tak hanya bagian-bagian tertentu dari cerita. Tema sebagai salah satu unsur karya fiksi sangat berkaitan erat dengan unsur-unsur yang lainnya.
7. Amanat
Pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui karyanya kepada pembaca / pendengar. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, kritik dan sebagainya. 
 
sumber :  abcdanis

Saturday, January 25, 2014

Edit Posted by with No comments

KALIMAT EFEKTIF

Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya di dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.
SYARAT KALIMAT EFEKTIF :
a.    Bentukan kata harus sesuai EYD
b.    Struktur kalimat tepat
c.    Kesejajaran
d.    Kontaminasi
e.    Pleonasme
f.    Menggunakan kata baku
g.    Kelogisan
h.    Selalu menggunakan EYD
A.    Bentukan kata
Salah satu penyebab kalimat tidak efektif adalah penggunaan bentukan kata berimbuhan yang tidak tepat.
Contoh:
1.    Anak-anak melempari batu ke dalam sungai.
2.    Guru menugaskan siswanya membuat karangan.
Kalimat-kalimat tersebut tidak efektif karena menggunakan kata berimbuhan yang tidak tepat. Akhiran –i pada kata melempari pada kalimat 1 membutuhkan objek yang bergerak, sedangkan akhiran –kan pada kata menugaskan membutuhkan objek yang diam.
Perbaikannya :
1.    Anak-anak melemparkan batu ke dalam sungai.
2.    Guru menugasi siswanya membuat karangan.
B.    Struktur kalimat
Penyebab lain ketidakefektifan kalimat adalah pemakaian struktur kalimat yang tidak tepat. Misalnya, penempatan subjek dan predikat yang tidak jelas.
Contoh:
1.    Di antara ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat.
2.    Kalau lulus ujian, maka saya akan mengadakan syukuran.
Kalimat 1 tersebut tidak efektif karena tidak ada subjeknya. Subjek kalimat tersebut terganggu oleh adanya preposisi di. Sementara pada kalimat 2 induk kalimat saya akan mengadakan syukuran terganggu oleh munculnya konjungsi maka.
Perbaikannya :
1.    a. Ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat
b. Di antara ketiga anaknya terdapat perbedaan sifat
2. Kalau lulus ujian, saya akan mengadakan syukuran.
C.    Kesejajaran
Kesejajaran berarti kesamaan bentuk kata yang digunakandalam kalimat. Bila bentuk pertama menggunakan kata kerja, bentuk selanjutnya juga harus kata kerja. Dan seterusnya.
Contoh:
1.    Tugas para pekerja itu adalah mengecat rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2.    Kegiatan hari ini adalah mengedit karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.
Perbaikannya :
1.    Tugas para pekerja itu adalah pengecatan rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2.    Kagiatan hari ini adalah pengeditan karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.
D.    Kontaminasi
Dalam bidang bahasa, kontaminasi berarti kerancuan atau kekacauan penggunaan kata, frasa, maupun kalimat.
Contoh:
1.    Di yayasan itu dipelajarkan berbagai keterampilan wanita.
2.    Kita harus mengeyampingkan urusan pribadi kita.
3.    Buku itu sudah dibaca oleh saya.
Pada kalimat 1 dan 2 terdapat kerancuan bentuk kata dipelajarkan dan mengeyampingkan sedangkan pada kalimat 3 terjadi kerancuan bentuk kalimat pasif.
Perbaikannya:
1.    a. Di yayasan itu diajarkan berbagai keterampilan wanita.
b. Di yayasan itu dipelajari berbagai keterampilan wanita.
2. Kita harus mengesampingkan urusan pribadi kita.
3. Buku itu sudah saya baca.
E.    Pleonasme
Gejala pleonasme berarti menggunakan kata-kata yang berlebihan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh:
1.    Pada zaman dahulu kala, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh.
2.    Kesehatannya telah pulih kembali.
Kedua kalimat tersebut menggunakan kata yang berlebihan. Pada kalimat 1 kata zaman = waktu = kala, jadi cukup digunakan salah satu saja, sedangkan pada kalimat kedua kata pulih = kembali seperti semula.
Perbaikannya :
1.    Pada zaman dahulu, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh.
2.    Kesehatannya telah pulih.
bersambung …..

SUMBER ;  bahasakubahasamu

Contoh Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif dalam Bahasa Indonesia

Kalimat efektif merupakan kalimat yang secara tepat dapat menyampaikan pesan sesaui dengan pikiran dan perasaan penyusunnya.

Ciri-ciri kalimat efektif

1. Diksi atau pilihan kata tepat
Contoh: Pahlawan itu telah gugur. => kalimat efektif
Koruptor itu telah gugur dihakimi massa. =>tidak efektif
Penjelasan: kata gugur digunakan untuk orang berjasa yang meninggal, sedangkan koruptor bukanlah orang yang berjasa untuk negara.

2. Tidak pleonastis
Tidak pleonastis maksudnya tidak terdapat kata yang maknanya sama.
Contoh: Pada hari itu mereka saling bersalaman. => kalimat efektif
Pada hari itu mereka saling bersalam-salaman => tidak efektif
Penjelasan: makna kata ulang bersalam-salaman sudah berarti saling bersalaman, sehingga tidak perlu ditambahkan kata "saling".

3. Sesuai dengan aturan kaidah bahasa
Contoh: SD Sukosari sedang mengadakan lomba tarik tambang. => kalimat efektif
Di SD Sukosari sedang mengadakan lomba tarik tambang. => tidak efektif
Penjelasan: agar sesuai aturan kaidah bahasa, kalimat harus mempunyai minimal subjek dan predikat. Untuk mencari subjek pada kalimat bisa dicari dengan menggunakan kalimat tanya apa atau siapa. Pada kalimat kedua jika ditanyakan apa atau siapa, maka tidak ada jawabannya. Tidak mungkin pertanyaan "Siapa/apa yang sedang mengadakan lomba tarik tambang?" dijawab dengan jawaban "di SD Sukosari". Seperti halnya pertanyaan "Apa kabar?" dijawab dengan jawaban "di kebun binatang".

4. Memiliki penalaran yang logis
Contoh: Ia senang karena dirinya diacuhkan. => kalimat efektif
Ia sedih karena dirinya diacuhkan. => tidak efektif

Kalimat kedua termasuk tidak efektif karena memiliki penalaran yang tidak logis. Kata "diacuhkan" berasal dari kata dasar "acuh" yang artinya "peduli". Jika orang dipedulikan, maka secara logika harusnya orang itu tidak sedih. Jadi, kalimat kedua adalah kalimat yang tidak efektif.

5. Tidak bermakna ambigu (membingungkan)
Contoh kalimat ambigu: Presiden memimpin rapat terbatas mengantisipasi perubahan cuaca di istana negara.

Kalimat tersebut ambigu, karena yang dibahas perubahan cuaca hanya di istana negara atau di negara.

Perbaikan agar menjadi kalimat efektif:
a. Di istana negara presiden memimpin rapat terbatas membahas perubahan cuaca.
b. Presiden memimpin raat terbatas di istana negara membahas perubahan cuaca.
Ads
- See more at: http://www.limaratus.com/2013/07/contoh-kalimat-efektif-dan-kalimat.html#sthash.CArny3Et.dpuf

Contoh Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif dalam Bahasa Indonesia

Kalimat efektif merupakan kalimat yang secara tepat dapat menyampaikan pesan sesaui dengan pikiran dan perasaan penyusunnya.

Ciri-ciri kalimat efektif

1. Diksi atau pilihan kata tepat
Contoh: Pahlawan itu telah gugur. => kalimat efektif
Koruptor itu telah gugur dihakimi massa. =>tidak efektif
Penjelasan: kata gugur digunakan untuk orang berjasa yang meninggal, sedangkan koruptor bukanlah orang yang berjasa untuk negara.

2. Tidak pleonastis
Tidak pleonastis maksudnya tidak terdapat kata yang maknanya sama.
Contoh: Pada hari itu mereka saling bersalaman. => kalimat efektif
Pada hari itu mereka saling bersalam-salaman => tidak efektif
Penjelasan: makna kata ulang bersalam-salaman sudah berarti saling bersalaman, sehingga tidak perlu ditambahkan kata "saling".

3. Sesuai dengan aturan kaidah bahasa
Contoh: SD Sukosari sedang mengadakan lomba tarik tambang. => kalimat efektif
Di SD Sukosari sedang mengadakan lomba tarik tambang. => tidak efektif
Penjelasan: agar sesuai aturan kaidah bahasa, kalimat harus mempunyai minimal subjek dan predikat. Untuk mencari subjek pada kalimat bisa dicari dengan menggunakan kalimat tanya apa atau siapa. Pada kalimat kedua jika ditanyakan apa atau siapa, maka tidak ada jawabannya. Tidak mungkin pertanyaan "Siapa/apa yang sedang mengadakan lomba tarik tambang?" dijawab dengan jawaban "di SD Sukosari". Seperti halnya pertanyaan "Apa kabar?" dijawab dengan jawaban "di kebun binatang".

4. Memiliki penalaran yang logis
Contoh: Ia senang karena dirinya diacuhkan. => kalimat efektif
Ia sedih karena dirinya diacuhkan. => tidak efektif

Kalimat kedua termasuk tidak efektif karena memiliki penalaran yang tidak logis. Kata "diacuhkan" berasal dari kata dasar "acuh" yang artinya "peduli". Jika orang dipedulikan, maka secara logika harusnya orang itu tidak sedih. Jadi, kalimat kedua adalah kalimat yang tidak efektif.

5. Tidak bermakna ambigu (membingungkan)
Contoh kalimat ambigu: Presiden memimpin rapat terbatas mengantisipasi perubahan cuaca di istana negara.

Kalimat tersebut ambigu, karena yang dibahas perubahan cuaca hanya di istana negara atau di negara.

Perbaikan agar menjadi kalimat efektif:
a. Di istana negara presiden memimpin rapat terbatas membahas perubahan cuaca.
b. Presiden memimpin raat terbatas di istana negara membahas perubahan cuaca.
Ads
- See more at: http://www.limaratus.com/2013/07/contoh-kalimat-efektif-dan-kalimat.html#sthash.CArny3Et.dpuf

Contoh Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif dalam Bahasa Indonesia

Kalimat efektif merupakan kalimat yang secara tepat dapat menyampaikan pesan sesaui dengan pikiran dan perasaan penyusunnya.

Ciri-ciri kalimat efektif

1. Diksi atau pilihan kata tepat
Contoh: Pahlawan itu telah gugur. => kalimat efektif
Koruptor itu telah gugur dihakimi massa. =>tidak efektif
Penjelasan: kata gugur digunakan untuk orang berjasa yang meninggal, sedangkan koruptor bukanlah orang yang berjasa untuk negara.

2. Tidak pleonastis
Tidak pleonastis maksudnya tidak terdapat kata yang maknanya sama.
Contoh: Pada hari itu mereka saling bersalaman. => kalimat efektif
Pada hari itu mereka saling bersalam-salaman => tidak efektif
Penjelasan: makna kata ulang bersalam-salaman sudah berarti saling bersalaman, sehingga tidak perlu ditambahkan kata "saling".

3. Sesuai dengan aturan kaidah bahasa
Contoh: SD Sukosari sedang mengadakan lomba tarik tambang. => kalimat efektif
Di SD Sukosari sedang mengadakan lomba tarik tambang. => tidak efektif
Penjelasan: agar sesuai aturan kaidah bahasa, kalimat harus mempunyai minimal subjek dan predikat. Untuk mencari subjek pada kalimat bisa dicari dengan menggunakan kalimat tanya apa atau siapa. Pada kalimat kedua jika ditanyakan apa atau siapa, maka tidak ada jawabannya. Tidak mungkin pertanyaan "Siapa/apa yang sedang mengadakan lomba tarik tambang?" dijawab dengan jawaban "di SD Sukosari". Seperti halnya pertanyaan "Apa kabar?" dijawab dengan jawaban "di kebun binatang".

4. Memiliki penalaran yang logis
Contoh: Ia senang karena dirinya diacuhkan. => kalimat efektif
Ia sedih karena dirinya diacuhkan. => tidak efektif

Kalimat kedua termasuk tidak efektif karena memiliki penalaran yang tidak logis. Kata "diacuhkan" berasal dari kata dasar "acuh" yang artinya "peduli". Jika orang dipedulikan, maka secara logika harusnya orang itu tidak sedih. Jadi, kalimat kedua adalah kalimat yang tidak efektif.

5. Tidak bermakna ambigu (membingungkan)
Contoh kalimat ambigu: Presiden memimpin rapat terbatas mengantisipasi perubahan cuaca di istana negara.

Kalimat tersebut ambigu, karena yang dibahas perubahan cuaca hanya di istana negara atau di negara.

Perbaikan agar menjadi kalimat efektif:
a. Di istana negara presiden memimpin rapat terbatas membahas perubahan cuaca.
b. Presiden memimpin raat terbatas di istana negara membahas perubahan cuaca.
Ads
- See more at: http://www.limaratus.com/2013/07/contoh-kalimat-efektif-dan-kalimat.html#sthash.CArny3Et.dpuf