Showing posts with label IPS. Show all posts
Showing posts with label IPS. Show all posts

Thursday, October 23, 2014

MASUKNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA

Edit Posted by with No comments

A. Pendahuluan
Kolonialisme adalah penguasaan suatu wilayah dan rakyatnya oleh negara lain untuk tujuan-tujuan yang bersifat militer atau ekonomi.
Imprealis adalah usaha untuk menguasai daerah lain atau perluasan daerah jajahan atau kekuasaan. Tujuannya adalah untuk memperoleh kekayaan, rizki, segala macam kemewahan dunia dan kebendaan dengan segala macam cara.
B. Latar belakang Kedatangan Orang-Orang Eropa ke Dunia Timur
Perkembangan kolonialisme dan imprialisme erat kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa pada masa-masa Renaissance, Reformasi Gereja, Merkantilisme, Revolusi Industri, dan Revolusi Perancis
1. Renaissance dan Humanisme
Adalah usaha untuk menghidupkan kembali kebudayaan Yunani Kuno dan Romawi. Pada abad ke-14, 15 di Eropa terdapat suatu gerakan cendikiawan dan ilmuwan untuk mengkaji kembali ilmu pengetahuan, seni, sastra, arsitektur, dan filsafat Yunani dan Romawi dengan penafsiran baru. Tujuannya untuk memperteguh ajaran Kristiani dan mengubah pandangan hidup abad pertengahan yang bersifat dogmatik menjadi pandangan yang berdasarkan akal.
Humanisme adalah faham yang berusaha mempelajari dan menyelidiki buku-buku kuno yang ditinggalkan bangsa Yunani dan Romawi.
` Tersebarnya ilmu pengetahuan adalah berkat jasa Gutenberg seorang Jerman yang menemukan mesin cetak, dimungkinkan ditulisnya buku dalam jumlah yang cukup banyak.
2. Reformasi Gereja
Gerakan reformasi yang muncul pada abad ke-15 merupakan protes terhadap gaya hidup para biarawan yang dianggap telah menyimpang dari ajaran-ajaran kristus.
3. Merkantilisme
Adalah aliran yang mengajarkan proteksi ekonomi. Negara aliran ini sangat kuat pengaruhnya sehingga pada abad ke-18 berkembang menjadi politik ekonomi di negara Eropa Barat.
4. Revolusi Industri
Perubahan besar, cepat, mendadak dan radikal yang mempengaruhi corak kehidupan manusia disebut revolusi.
Antara tahun 1760-1840, perindustrian di Inggris mengalami perubahan besar sebagai negara yang memiliki daerah koloni yang cukup luas, Inggris berada dalam keadaan yang relatif makmur. Persekutuan Dagang Hindia Timur (East India Company) milik Inggris mendatangkan keuntungan yang memiiki cukup banyak berkat perdagangan yang dilakukan dengan daerah jajahannya.
Kemajuan dan perubahan dalam bidang industri yang dicapai oleh Inggris kemudian menyebar ke negara-negara lain di Eropa sehingga muncullah negara-negar industri yang berlomba-omba menguasai pasar. Dengan demikian terjadi perlombaan mencari daerah jajahan.
5. Revolusi Perancis
Sejak 1795, Negeri Belanda berada di bawah kekuasaan Perancis. Napoleon Bonaparte mengangkat adiknya Louis, sebagai penguasa Negeri Belanda. Pada tahun 1808 Louis Napoleon mengirim Marsekal Herman Willem Daendek ke Indonesia menjadi Gubernur Jenderal. Sebagai orang yang sangat mengagumi prinsip-prinsip Revolusi Perancis, dia membawa paham liberal ke Indonesia.
C. Faktor-Faktor Pendorong Bangsa Eropa dalam Penjelajahan Samudera
a) Adanya keinginan mencari kekayaan (gold), kekayaan yang dicari adalah rempah-rempah
b) Adanya keinginan menyebarkan agama (gospel)
c) Adanya keinginan mencari kejayaan (glory)
d) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
1) Ditemukan kompas
2) Dikemukakan bahwa bumi itu bulat
3) Dikembangkannya teknik pembuatan kapal
4) Ditemukan mesin untuk persenjataan
5) Jatuhnya kota Konstantinopel ke tangan Bangsa Turki (1453)
Tokoh-tokoh penjelajahan samudera
Bangsa Portugis :
a) Bartholomeus Diaz
b) Vasco Da Gama
c) Alfonso D’ Albuquerque
Bangsa Spanyol :
a) Christophorus Columbus
b) Ferdinand Magelhaens
D. Proses Kedatangan Bangsa Barat di Berbagai Daerah sampai Terbentuknya Kekuasaan
a. Hubungan ekonomi Indonesia – Eropa sebelum abad ke-16
Tahukah anda siapa Bangsa eropa yang telah datang ke Indonesia sebelum abad ke-16? Ia adalah Marcopolo dari Venesia. Dalam perjalanannya, Marcopolo singgah di bandar-bandar pantai utara Sumatera pada akhir abad ke-13. Ia melaporkan perkembangan Agama Islam di daerah pesisir sumatera waktu itu.
Bangsa Barat mulai datang ke indonesia pada abad ke-16. Namun, hubungan ekonomi antara Eropa dan Indonesia sebenarnya telah ada berlangsung jauh sebelum para pedagang Eropa itu datang. Pada tahun 1390-an, sekitar 6 ton cengkeh dan 1 ton pala dari Maluku telah mencapai Eropa.
Proses rempah-rempah Indonesia dapat mencapai Eropa dibawa secara berantai hingga mencapai kawasan di sekitar laut tengah. Para pedagang Italia kemudian membelinya dari para pedagang muslim di Mesir dan Beirut. Pedagang Italia kemudian memasarkannya ke Eropa melalui Venesia dan Genoa. Dengan demikian para pedagang muslim berperan sebagai mediator yang menghubungkan Indonesia dan Eropa
b. Terputusnya Hubungan Ekonomi Indonesia- Eropa
Setelah perang salib selesai muncullah kekuasaan baru yang dibangun oleh Turki Osmani. Kekuasaan baru itu dikenal sebagai kekhalifahan timur . Bangsa Turki Osmani menguasai wilayah yang cukup luas meliputi Mesir, Mesopotamia, Palestina, Syrria, dan Asia Kecil. Pada tahun 1453 Kerajaan Romawi Timur yang ber-ibukota di Konstantinopel pun berhasil dikuasai oleh kekhalifahan timur.
Setelah menguasai Konstantinopel, Turki Osmani melarang para pedagang eropa berdagang di sekitar laut tengah. Akibatnya para pedagang eropa menjadi kesulitan mendapatkan komoditas penting berupa rempah-rempah dari Indonesia. Dengan demikian, hubungan ekonomi Indonesia – eropa seolah menjadi terputus.
c. Penjelajahan Samudera
Yang dilakukan bangsa Eropa dalam mengatasi kesulitan tersebut adalah mereka berusaha mencari jalan langsung menuju ke daerah penghasil rempah-rempah. Caranya, dengan melakukan penjelajahan samudera.
Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang memiliki keinginan mencari wilayah jajahan.
E. Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia
a) Kedatangan Portugis di Indonesia
Portugis berusaha menjalin hubungan dagang dengan Maluku. Pada tahun 1512 Alfonso d’ Alburquerque mengirimkan beberapa buah kapal ke Maluku dan berhasil mendarat di Ternate.
Disini Portugis menerapkan sistem monopoli yang merugikan.
b) Kedatangan bangsa Spanyol
Pada tahun 1521 bangsa Spanyol mendarat di Tidore (Maluku).
Pada tahun1529, Portugis berhasil menduduki Ternate-Tidore. Pada tahun 1580 Raja Philip II dari Spanyol menyatukan Portugal di bawah kekuasaannnya daan memerintahka gubernur jenderal Spanyol di Filipina agar tidak mencampuri urusan Portugis di Maluku serta memberi bantuan kepada Portugis. Dengan demikian Portugis mengusir Spanyol
c) Kedatangan Belanda
Pada bulan April 1595, bangsa Belanda memulai pelayaran menuju nusantara. Ekspedisi mereka terdiri atas empat buah kapal dibawah pimpinan Cornelis de Houtman.
Pelayaran Cornelis de Houtman melalui rute Belanda – pantai barat Afrika – Tanjung Harapan – Samudera Hindia- Selat Sunda – Banten. Mereka berhasil mendarat di Banten pada tahun 1596. Pada tanggal 28 Nopember 1598 datanglah rombongan baru pedagang Belanda. Mereka dibawah pimpinan Jacob Van Neck.
F. Terbentuknya Kekuasaan Kolonial dan Imprialis Barat
Pada awalnya hubungan antara kerajaan dan masyarakat di kepulauan Indonesia dengan bangsa Eropa bersifat sejajar. Namun, perlahan-lahan muncullah ketidaksejajaran pada pertengahan abad ke-17. Ketidaksejajaran itu mulai ada dan semakin nyata sejak awal abad ke-18. Satu persatu sumber ekonomi dan kekuasaan politik wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh penguasa dan penduduk lokal, jatuh ke tangan bangsa barat, terutama Belanda.
Setelah kedatangan rombongan Jacob Van Neck, makin banyaklah pedagang Belanda datang ke Indonesia. Akibatnya, di antara mereka terjadilah persaingan. Untuk menghindari persaingan itu, dibentuklah kongsi perdagangan besar yang diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tahun1602.
G. Kebijakan-Kebijakan Pemerintah Kolonial serta Pengaruh terhadap Hubungan Ekonomi Rakyat di Berbagai Daerah
Sejak pertengahan abad ke-17 sampai berakhirnya VOC, Belanda sudah menguasai hampir seluruh penghasil dan perdagangan rempah-rempah, kecuali Aceh.
Setelah VOC dibubarkan, kekuasaan atas Indonesia berturut-turut dipegang oleh Daendels, Janssens, Raffles dan pemerintah Hindia-Belanda.
H. Bentuk-Bentuk Perlawanan Kerajaan-Kerajaan dan Rakyat Melawan Kolonial di Berbagai Daerah
Anda telah mengetahui berbagai tindakan yang dilakukan oleh bangsa Barat di Indonesia. Keberadaan bangsa Barat beserta praktik-praktiknya itu, akhirnya mendorong munculnya reaksi dari rakyat dan kerajaan-kerajaan. Bagaimanakah bentuk reaksi itu? Rakyat dan kerajaan-kerajaan melakukan berbagai bentuk perlawanan. Tujuannya adalah mengakhiri keberadaan bangsa Barat besertapraktik-praktiknya.
Kesimpulan
Perlawanan kerajaan-kerajaan dan rakyat terhadap praktik kolonialisme Barat meliputi perlawanan terhadap Portugis dan VOC, serta perlawanan terhadap pemerintah kolonial. Perlawanan ini berlangsung seiring dengan perluasan kolonialisme dan imprialisme Barat di berbagai wilayah di Kepulauan Nusantara. Beberapa perlawanan bersifat sangat lokal dan bahkan individual atau kelompok kecil dan hanya berlangsung dalam waktu yang singkat. Sedangkan perlawanan lain bersifat massal dan mencakup wilayah yang luas.
Bangsa Barat mulai datang ke Indonesia pada abad ke-16. Namun, hubungan ekonomi antara Eropa dan Indonesia sebenarnya telah berlangsung jauh sebelum para pedagang itu datang.
Tokoh-tokoh penjelajahan samudera dari Spanyol antara lain : Christophorus Columbus, dan Ferdinand Magelhaens, sedangkan tokoh-tokoh dari Portugis antara lain : Bartholhomeus Diaz dan Vasco da Gama.
Bangsa Portugis pertama datang ke Ternate tahun 1511, Spanyol ke Tidore 1521, dan Belanda ke Banten tahun 1526.
VOC adalah kongsi dagang Belanda yang dibentuk untuk menghindari terjadinya persaingan, dengan hak oktroi yang dimilikinya, VOC tampil sebagai kekuatan imprialis di Indonesia.
Setelah VOC dibubarkan, maka berturut-turut yang menjadi gubernur jenderal di Indonesia adalah Daendels, Jansens dan Raffles.
    Kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah kolonial menimbulkan penderitaan bagi bangsa Indonesia yaitu tanam paksa dan politik kolonial liberal yang menyebabkan timbulnya perlawanan-perlawanan dari berbagai daerah di Kepulauan Nusantara.
     
Posted in

sejarah datangnya belanda ke indonesia dan fakta nya

Edit Posted by with No comments


B. Perjalanan Belanda ke Indonesia
Pada tahun 1595 Linscoten berhasil menemukan tempat-tempat di P.Jawa yang bebas dari tangan Portugis dan banyak menghasilkan rempah-rempah untuk diperdagangkan,Peta yang dibuat oleh Linscoten diberi nama Interatio yang artinya keadaan didalam atau situasi di Indonesia.
Kemudian, berangkatlah 4 buah kapal di bawah pimpinan Cornelis de houtman pleter de kalzer menuju Indonesia melalui lautan atlantik. Mereka menyusuri pantai barat afrika dan sanapal di tanjung harapan. Dari tanjung harapan, mereka mengarungi lautan hindia dan kemudian masuk ke Indonesia melalui selat sunda. Mereka menghindari jalur selat malaka karena portugis menguasai malaka. Tibalah mereka di pelabuhan banten. Banten,dan pada mulanya kedatangan mereka mendapat sambutan baik dari masyarakat Banten. Kedatangan Belanda diharapkan dapat memajukan perdagangan dan dapat membantu usaha penyerangan ke Palembang yang dipimpin oleh raja Maulana Muhammad,akan tetapi sikap De Houtman semakin kaku dalam perdagangan (hanya mau membeli rempah-rempah pada musim panen dan membeli melalui pejabat atau cina perantara,akhirnya Ia ditangkap dan dibebaskan setelah membayar uang tebusan kemudian meninggalkan Banten). Walaupun demikian de Houtman disambut dengan gegap gempita oleh masyarakat Belanda,ia dianggap sebagai pelopor pelayaran menemukan jalan laut ke Nusantara.
Pada tanggal 28 November 1598 pelayaran baru Belanda dipimpin oleh Jacob van Neck dan Wybrect van Waerwyck dengan 8 buah kapal tiba di Banten.Pada saat itu hubungan Banten dengan Portugis sedang memburuk sehingga kedatangan Belanda diterima dengan baik. Karena sikap Van Neck yang sangat hati-hati dan pandai mengambil hati para pembesar Banten ,maka 3 buah kapalnya yang penuh muatan rempah-rempah berhasil dikirim ke Belanda dan 5 buah kapal yang lainnya menuju Maluku. Di Maluku ,Belanda juga diterima dengan baik oleh rakyat Maluku karena dianggap sebagai musuh Portugis yang sedang bermusuhan dengan rakyat Maluku.












Sejarah Kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia

a.Masuknya Bangsa Belanda ke Indonesia 
Sebelum datang ke Indonesia, para pedagang Belanda membeli rempah-rempah di Lisabon (ibu kota Portugis). Pada waktu itu Belanda masih berada di bawah penjajahan Spanyol. Mulai tahun 1585, Belanda tidak lagi mengambil rempah-rempah dari Lisabon karena Portugis dikuasai oleh Spanyol. Dengan putusnya hubungan perdagangan rempah-rempah antara Belanda dan Spanyol mendorong bangsa Belanda untuk mengadakan
penjelajahan samudra.
Pada bulan April 1595, Belanda memulai pelayaran menuju Nusantara dengan empat buah kapal di bawah pimpinan Cornelis  de Houtman. Dalam pelayarannya menuju ke timur, Belanda menempuh rute Pantai Barat Afrika –Tanjung Harapan–Samudra Hindia–Selat Sunda–Banten.
Pada saat itu Banten berada di bawah pemerintahan Maulana Muhammad (1580–1605) Kedatangan rombongan Cornelis de Houtman, pada mulanya diterima baik oleh masyarakat Banten dan juga diizinkan untuk berdagang di Banten.
Namun, karenanya sikap yang kurang baik sehingga orang Belanda kemudian diusir dari Banten. Selanjutnya, orang-orang Belanda meneruskan perjalanan ke timur akhirnya sampai di Bali.
Rombongan kedua dari Negeri Belanda di bawah pimpinan Jacob van Neck dan Van Waerwyck, dengan delapan buah kapalnya tiba di Banten pada bulan November 1598. Pada saat itu hubungan Banten dengan Portugis sedang memburuk sehingga kedatangan bangsa Belanda diterima dengan baik. Sikap Belanda sendiri juga sangat hati-hati dan pandai mengambil hati para penguasa Banten sehingga tiga buah kapal mereka penuh dengan muatan rempah-rempah (lada) dan dikirim ke Negeri Belanda, sedangkan lima buah kapalnya yang lain menuju ke Maluku.
b.Sejarah Tujuan VOC dan Berakhirnya VOC
Adalah para pedagang Inggris yang memulai mendirikan perusahaan dagang di Asia pada 31 Desember 1600 yang dinamakan The Britisch East India Company dan berpusat di Calcutta. Kemudian Belanda menyusul tahun 1602 dan Prancis pun tak mau ketinggalan dan mendirikan French East India Company tahun 1604.
Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie - VOC (Perkumpulan Dagang India Timur). VOC membuka kantor dagangnya yang pertama di di Banten (1602) di kepalai oleh Francois Wittert.
Tujuan dibentuknya VOC adalah sebagai berikut.
1.Untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama pedagang Belanda.
2.Untuk memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan, baik dengan sesama bangsa Eropa, maupun dengan bangsa-bangsa Asia.
3.Untuk mendapatkan monopoli perdagangan, baik impor maupun ekspor.
Di masa itu, terjadi persaingan sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, Perancis dan Belanda, untuk memperebutkan hegemoni perdagangan di Asia Timur. Untuk menghadapai masalah ini, oleh Staaten Generaal di Belanda VOC diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama Pemerintah Belanda –yang waktu itu masih berbentuk Republik- untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara. 
Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara.
Hak-hak istimewa yang tercantum dalam Oktrooi (Piagam/Charta) tanggal 20 Maret 1602 meliputi:
1. Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri;
2. Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
1. memelihara angkatan perang,
2. memaklumkan perang dan mengadakan perdamaian,
3. merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Belanda,
4. memerintah daerah-daerah tersebut,
5. menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan
6. memungut pajak.
Belanda konsisten menggunakan kekuatan bersenjata untuk memuluskan perdagangannya dan menjalankan taktik divide et impera (memecah-belah dan kemudian menguasai). Apabila ada konflik internal di satu kerajaan, atau ada pertikaian antara satu kerajaan dengan kerajaan tetangganya, Belanda membantu salah satu pihak untuk mengalahkan lawannya, dengan imbalan yang sangat menguntungkan bagi Belanda, termasuk antara lain memperoleh sebagian wilayah yang bersama-sama dikalahkan. Dengan tipu muslihat dan bantuan penguasa setempat, Belanda berhasil mengusir Portugis dari wilayah yang mereka kuasai di Maluku, yang sangat kaya akan rempah-rempah, yang mahal harganya di Eropa.
Runtuhnya VOC. 
Sejak tahun 1780-an terjadi peningkatan biaya dan menurunnya hasil penjualan, yang menyebabkan kerugian perusahaan dagang tersebut. Hal ini disebabkan oleh korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh para pegawai VOC di Asia Tenggara, dari pejabat rendah hingga pejabat tinggi, termasuk para residen. Misalnya beberapa residen Belanda memaksa rakyat untuk menyerahkan hasil produksi kepada mereka dengan harga yang sangat rendah, dan kemudian dijual lagi kepada VOC melalui kenalan atau kerabatnya yang menjadi pejabat VOC dengan harga yang sangat tinggi.
Karena korupsi, lemahnya pengawasan administrasi dan kemudian konflik dengan pemerintah Belanda sehubungan dengan makin berkurangnya keuntungan yang ditransfer ke Belanda karena dikorupsi oleh para pegawai VOC di berbagai wilayah, maka kontrak VOC yang jatuh tempo pada 31 Desember 1979 tidak diperpanjang lagi dan secara resmi dibubarkan tahun 1799.
 

Fakta Dibalik Perginya Belanda Dari Indonesia

Hampir sebagian besar masyarakat di Indonesia mengulas tentang Serangan Umum 1 Maret 1949, sebagai salah satu penyebab menyerahnya Belanda secara total di Indonesia. Bagi yang lupa dengan sejarah kota Jogjakarta, Serangan Umum 1 Maret ini adalah sebuah operasi militer TNI untuk menduduki kota Jogjakarta selama 6 (enam) jam. Kesuksesan operasi militer ini, akhirnya mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan resolusi yang cukup keras kepada Pemerintah Belanda. Namun terus terang kesuksesan operasi militer ini, agak dibesar-besarkan oleh Soeharto setelah ia menjadi Presiden RI. Namun dari berbagai dokumen yang sekarang mulai terungkap, ada alasan-alasan lain kenapa Pemerintah Belanda mulai secara serius akhirnya meninggalkan Indonesia. Salah satu alasan tersebut adalah karena adanya 2(dua) peristiwa pembunuhan berikut.
Peristiwa Pembunuhan Jendral Simon Spoor
Pada hari Jumat 20 Mei 1949, Pimpinan tentara Belanda yang tertinggi di Indonesia, Jendral Simon Spoor, sang arsitek operasi militer ”Operatie Product” dan ”Operatie Kraai”, merayakan promosinya menjadi bintang empat di salah satu restoran pinggir laut dekat Tanjung Priok. Ia mengundang puluhan tamu dan sahabatnya untuk makan siang bersama, sambil menikmati udara cerah kota Jakarta. Jendral Spoor duduk semeja dengan ajudannya Kapten Smulders dan juga pendeta sahabatnya Veerhoven. Para tamu menikmati makanan sambil tertawa riang di hari Jumat yang cerah tersebut. Tidak ada kesan bahwa Jendral Spoor, Kapten Smulder ataupun Pendeta Veerhoven saat itu sedang sakit.
Namun setelah makan siang mendekati selesai, tiba-tiba ketiga orang di meja Jendral Spoor mendadak memegang perut mereka masing-masing, lalu langsung tersungkur di mejanya dan bahkan ada yang terjatuh dari kursinya. Kapten Smulders secara darurat dilarikan ke rumah sakit dan menderita koma selama berhari-hari. Pendeta Veerhoven, juga terpaksa di-evakuasi ke kapal ”Big Dipper” untuk dikirim ke Belanda agar bisa dirawat secara intensif. Sedangkan Jendral Spoor tidak terselamatkan dan meninggal beberapa hari kemudian. Anehnya, seluruh tamu di restoran tersebut, tidak ada satupun yang menderita sakit. Pemerintah Belanda, kala itu merahasiakan penyebab kematian Jendral Spoor, dan menyatakan bahwa ia meninggal karena terkena serangan jantung. Namun akhir-akhir ini hampir semua ulasan sejarah menyatakan bahwa kematian Jendral Spoor, adalah kemungkinan besar akibat diracun. Sayang tubuh Jendral Simon Spoor tidak sempat di-autopsi, sebelum ia dikebumikan di Pemakaman Menteng Pulo. Dikanan adalah foto terakhirnya pada tanggal 9 Mei 1949, sewaktu Spoor memberikan penghargaan Bintang jasa ”Singa perunggu” kepada Sersan Polisi Lelealu (seorang KNIL) di Jakarta.
Peristiwa Pembunuhan Rob Aernout dan Hubungannya Dengan Kematian Jendral Spoor
Letnan Muda Angkatan Laut Rob Aernout adalah seorang Polisi Rahasia Belanda yang ditugaskan secara khusus ke Indonesia. Tugas rahasia ini tidak pernah ia ungkapkan kepada siapapun sampai ia tertembak mati di Kampung Genteng. Lembang pada tanggal 28 Februari 1948. Lalu apa hubungan pembunuhan Letnan Aernout dan kematian Jendral Spoor?
Dari berbagai dokumen yang saat ini sudah bisa dengan mudah dibaca. Letnan Aernout rupa-rupanya ditugaskan ke Indonesia untuk menyelidiki kasus korupsi massal yang melibatkan para petinggi-petinggi Pemerintah Belanda di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, para petinggi tersebut adalah Gubernur Jendral Belanda HJ Van Mook, bersama Jendral Meyer dan Jendral De Waal. Kedua Jendral ini adalah anak buah tertinggi Simon Spoor dalam jajaran hirarki organisasi militer Belanda di Indonesia. Dari berbagai penyelidikan, para petinggi-petinggi Belanda ini melakukan beragam kegiatan penjualan senjata gelap, penyelundupan candu, melenyapkan mutiara maupun berlian dari kapal rampasan, melakukan penyelundupan gula, serta banyak lagi kejahatan-kejahatan korupsi lainnya.
Lalu kenapa Jendral Spoor harus dibunuh ? Rupa-rupanya Spoor pada pertengahan tahun 1948, sedang memberikan kesaksian kepada Komisi Penyelidikan Zaaijer, yang melakukan investigasi terhadap mewabahnya kasus-kasus korupsi oleh para petinggi Belanda di Indonesia. Spoor yang sebelumnya adalah kepala Angkatan Laut Belanda di Indonesia, membeberkan keserakahan bahwa para Jendral-jendral bawahannya, terus mencari keuntungan pribadi, dengan memanfaatkan kapal-kapal perang Belanda. Menurut berbagai informasi, sebagian besar pembeberan ini dilakukan Jendral Spoor, dengan memakai bukti-bukti yang diperoleh dari penyelidikan Letnan Muda Angkatan laut Rob Aernout. Itulah mungkin kenapa kedua orang ini harus dieliminasi. Di Negeri Belanda, Skandal ini lebih dikenal dengan nama ”De Zaak Arneout” atau ”Kasus Aernout”. Foto dikiri adalah cover buku laris yang mengulas tentang kasus ini.
 
sumber :  pauluserlangga
Posted in